Jatuh Cinta Bukan Hanya Soal Perasaan

Jatuh Cinta Bukan Hanya Soal Perasaan

Jatuh cinta memang memberi berjuta rasa akan tetapi hal tersebut tentunya bukan hanya soal dari perasaan namun juga akan berefek pada kesehatan.

Hati berasa berbunga-bunga, muka berseri-seri cukup dengan mengingatnya, hidup juga berasa lebih cantik.

Jatuh Cinta Bukan Hanya Soal Perasaan, Tetapi Berefek juga pada Kesehatan

Kenyataannya, Cinta Bukan Hanya Perasaan yang bisa membuat kamu lebih berbahagia dan semangat, tapi banyak juga faedahnya pada kesehatan. Ingin tahu apa faedahnya itu? Silahkan baca rincian di bawah ini, ya.

  1. Perpanjang usia

Sebuah study yang diedarkan dalam Journal of Pandemiology and Community Health memperhatikan tingkat kematian di antara mereka yang menikah dan tinggal bersama pasangannya, dibanding dengan beberapa orang yang tinggal sendiri.

Baca Juga: Gangguan Mental Rentan Pada Ibu Hamil

Hasilnya, mereka yang mempunyai jalinan pernikahan yang kuat dan berbahagia, dijumpai hidup semakin lama dibandingkan mereka yang hidup sendiri. Tetapi, tingkat kematian memperlihatkan angka yang semakin tinggi ke orang dewasa yang masih belum pernah menikah benar-benar, dibandingkan orang dewasa yang pernah menikah tapi telah berpisah.

Jalinan pernikahan sebagai salah satunya langkah bagaimana seorang tersambung secara sosial. Dan hasil dari study ini dapat diambil kesimpulan jika ikatan sosial yang kuat bisa perpanjang usia. Kebalikannya, ikatan sosial yang jelek bisa tingkatkan resiko kematian sampai 2x lipat.

Merilis Living Healthier Together, hasil dari bermacam study sudah diambil kesimpulan jika beberapa orang yang jumlah dan kualitas jalinan sosialnya jelek, lebih beresiko tinggi pada bermacam penyakit dan kematian.

  1. Jaga jantung masih sehat

Tidaklah aneh jika cinta itu disimbolkan dengan gambar hati (jantung) karena rupanya jatuh cinta mempunyai manfaat pada kesehatan jantung. Merilis Living Healthier Together, orang yang menikah mempunyai resiko kematian karena penyakit jantung 1/2 kali lebih rendah dibandingkan wanita dan lelaki yang masih belum pernah menikah atau sudah berpisah.

Ahli menyebutkan jika ini kemungkinan dikarenakan oleh orang yang jatuh cinta atau dalam pernikahan yang abadi dan berbahagia akan alami kenaikan peranan mekanisme saraf otonom, yang pekerjaannya mengatur peranan tubuh seperti detak jantung.

Sebuah riset yang disampaikan dalam Annals of Behavioral Medicine mengikutsertakan 204 orang dewasa dengan status menikah dan 99 orang yang lain dengan status bujang. Mereka disuruh untuk memakai alat pengukuran penekanan darah portabel sepanjang 24 jam.

Hasilnya, orang dewasa yang ada dalam pernikahan yang berbahagia mempunyai penekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang sendiri. Lewat penilaian, beberapa periset menyaksikan jika mereka yang menikah, khususnya pasangan yang berbahagia, semakin banyak alami pengurangan penekanan darah saat tidur dibandingkan orang dewasa yang bujang.

Holt-Lunstad menerangkan, kedatangan pasangan bisa menggerakkan pola hidup yang lebih sehat, misalkan dengan ajak diri dan pasangannya untuk lakukan pengecekan kesehatan ke dokter, atau konsumsi makanan yang lebih sehat.

Disamping itu, jalinan pernikahan bisa juga jadi sumber suport emosional, baik di saat senang atau duka. Share berita baik misalkan, menurut Holt-Lunstad, bisa hasilkan hati positif, yang seterusnya akan tingkatkan peranan tubuh.

Hasil dari riset ini diketemukan bukti lain, yakni mereka yang menikah tetapi tidak berbahagia. Malah mempunyai penekanan darah semakin tinggi dibandingkan orang yang menikah dan berbahagia, dan orang dewasa bujang.

Dalam kata lain, cuman saat pernikahan diliputi cinta kasih dan bawa kebahagiaan untuk masing-masing faksi, baru pernikahan itu punya pengaruh positif pada kesehatan jantung.

  1. Kurangi merasa sakit

Keuntungan lain dari jatuh cinta sebagai pengontrol merasa sakit alami. Merilis WebMD, berdasar hasil study melalui penilaian pada functional magnetic resonance imaging (fMRI), dijumpai jika mempunyai pasangan periode panjang bisa menggerakkan semakin banyak aktivasi sisi otak yang bekerja mengatur merasa sakit.

Pusat Pengaturan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) lengkapi hasil penemuan di atas. Berdasar study yang mengikutsertakan lebih dari 127 ribu orang dewasa, diketemukan jika orang yang menikah condong lebih jarang-jarang menyalahkan rasa sakit di kepala dan sakit punggung.

Sebuah riset yang lain termuat dalam jurnal Psychological Science mengikutsertakan 16 orang wanita yang sudah menikah. Mereka selanjutnya diintimidasi akan dikasih surprise listrik. Yang memikat, ada ketidaksamaan tanggapan di antara wanita yang menggenggam tangan suaminya.

Dibandingkan wanita yang menggenggam tangan lelaki asing dan wanita yang tidak berpegangan tangan sama sekalipun.

Terjadi redaman aktivasi yang luas dalam mekanisme saraf yang memberikan dukungan tanggapan pada teror pada wanita yang menggenggam tangan suami mereka. Redaman aktivasi ini makin sedikit pada wanita yang menggenggam tangan lelaki asing.

Dalam kata lain, wanita yang menggenggam tangan suami mereka memperlihatkan tanggapan semakin sedikit di tempat otak yang terkait dengan stres. Makin berbahagia pernikahan mereka, karena itu dampaknya juga makin besar.

  1. Turunkan penekanan darah

Penekanan darah tinggi atau hipertensi ialah permasalahan kesehatan yang tingkatkan pribadi terserang penyakit serangan jantung, stroke, dan tidak berhasil ginjal.

Penyembuhan dan pengubahan pola hidup, seperti olahraga dan makan lebih sehat bisa mengatur atau kurangi hipertensi. Tidak itu saja, riset memperlihatkan jika jatuh cinta bisa berperan sebagai langkah alami untuk turunkan tingkat penekanan darah.

Sebuah study oleh US Department of Health Serviss yang memperhatikan jalinan di antara pernikahan, kesehatan fisik, dan usia panjang, mendapati jika pasangan yang menikah mempunyai penekanan darah yang lebih rendah dan resiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Dalam riset yang dilaksanakan oleh American College of Cardiology dengan memperhatikan 3,5 juta peserta bujang, berpisah, atau janda. Diketemukan jika pasangan yang menikah di bawah umur 50 tahun condong mempunyai resiko penyakit vaskular 12 % lebih rendah.

Orang yang telah menikah di antara umur 51 dan 60 tahun mempunyai resiko penyakit 7 % lebih rendah dibanding rekanan mereka yang masih belum menikah

  1. Percepat pengobatan cedera

Dalam sebuah riset yang diterbitkan di Archives of General Psychiatry, beberapa periset mendapati jika cedera dapat bisa lebih cepat pulihnya pada pasangan yang mempunyai jalinan yang konstan dan sama-sama menyukai. Sedang pada pasangan yang punyai jalinan jelek, cederanya perlu waktu semakin lama untuk pulih. Ini dapat dikarenakan oleh cytokine yang dibuat seorang saat bersedih atau kesepian. Jika seorang sedang jatuh cinta dan berbahagia, kandungan cytokine-nya lebih rendah hingga dapat percepat proses pemulihan atau kesembuhan cedera.

Beberapa periset dari Ohio State University Medical Center, AS, memberi cedera lepuh pada pasangan yang sudah menikah. Sesudah dilihat, cedera itu pulih 2x bisa lebih cepat pada pasangan yang sama-sama berhubungan dengan hangat, dibandingkan pasangan yang bermusuhan.

  1. Bagus untuk kesehatan paru-paru

Mempunyai pernikahan berbahagia bisa menolong membuat perlindungan dari resiko kompleksitas dan kematian karena pneumonia. Bila dibanding dengan wanita dan lelaki yang melajang, mereka yang menikah condong kurang memerlukan suport ventilator.

Mempunyai periode rawat inap yang lebih singkat, condong tidak usai di unit perawatan intens (ICU), dan mempunyai resiko kematian 13 % lebih rendah sepanjang dirawat karena pneumonia.

Study yang diedarkan dalam jurnal Clinical Pandemiology mengikutsertakan lebih dari 67 ribu pasien pneumonia. Hasilnya, pasien yang menikah mempunyai resiko yang lebih rendah untuk dirawat inap. Dibandingkan mereka yang tak pernah menikah, barusan berpisah, atau orang yang dengan status janda atau duda.

Beberapa periset yakini jika menikah bisa turunkan resiko infeksi kronis. Karena mempunyai pasangan yang bisa memberikan suport sosial dan menggerakkan untuk lakukan gaya hidup sehat.

Nach, itu macam manfaat jatuh cinta untuk kesehatan. Jatuh cinta memang punyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tetapi bukan bermakna asal-asalan jatuh cinta ya, tetapi jatuh cinta dalam jalinan yang bagus dan serasi.

Yok, mulai saat ini rajut jalinan yang bagus dan serasi dengan pasangan. Bila ada permasalahan yang kemungkinan mengusikmu dan pasangan, tidak boleh sangsi untuk selekasnya konsultasi ke psikiater atau psikolog ya.