Mitos Seputar Masturbasi di Masyarakat

Mitos Seputar Masturbasi di Masyarakat

Mitos Seputar Masturbasi di Masyarakat – Masturbasi atau bukan jadi hal yang baru kembali, karena aktivitas ini sudah terkenal semenjak era ke-18 atau 19.

Apa lagi masturbasi populer di beberapa kelompok usia, dimulai dari anak muda sampai orangtua.

Mitos Seputar Masturbasi yang sering Beredar di Masyarakat

Walau nikmat untuk dilaksanakan (baik di tengah-tengah prosesnya, apa lagi saat capai orgasme), tetapi beberapa orang yang memiliki pendapat jika masturbasi mempunyai banyak efek yang menakutkan.

Ringkas, imbas buruk dari masturbasi menyebar di mana saja, hingga membuat aktivitas ini seakan-akan jangan dilaksanakan.

Sayang, beberapa salah satunya Mitos Seputar Masturbasi di Masyarakat karena tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Karena itu, baca beberapa mitos sekitar masturbasi yang perlu stop kamu percayai dimulai dari saat ini!

  1. Masturbasi membuat penis menjadi kecil

Merilis The Times Of India, ada mitos yang menjelaskan jika masturbasi dapat membuat penis mengecil dari ukuran awalnya. Masalahnya pria memang menggosoki atau membelai penis mereka saat lakukan onani hingga itu membuat mr. p mereka berkurang.

Tetapi tenang, itu tidak betul. Karena, sekerap apa saja kamu lakukan masturbasi, penis kamu tidak pernah menjadi kecil.

  1. Jika kamu kerap masturbasi, kelak gairah sex kamu raib

Sepanjang belum mendapati pasangan hidup, pasti kamu cuman dapat melepaskan gairah sex kamu dengan masturbasi. Namun, bila kamu sering masturbasi, kelak gairah sex kamu akan raib hingga tidak mempunyai nafsu untuk bercinta jika sudah menikah kelak.

Kembali lagi, ini hanya mitos yang tidak berdasarkan. Bagaimana tidak, ngeseks dan masturbasi ialah dua hal yang lain. Sudah pasti kamu tidak kehilangan gairah untuk bercinta jika sering masturbasi.

  1. Masturbasi membuat kamu mandul alias tidak dapat punyai anak

Ini jadi salah satunya mitos yang kamu jangan yakin. Memang sich, jika kamu kerap masturbasi, karena itu sperma kamu akan menyusut dengan jumlah yang banyak.

Namun, dalam kurun waktu sehari saja, jumlah sperma kamu telah kembali seperti sebelumnya kembali. Karena itu, tidak boleh takut kamu akan kekurangan sperma, hingga jadi mandul ya, jika sering onani.

  1. Masturbasi mengakibatkan permasalahan psikis

Banyak juga orang yang yakin jika masturbasi dapat akibatkan permasalahan psikis. Tetapi, tidak boleh yakin dengan mitos itu.

Lacak punyai lacak, beberapa pakar sudah mengakui jika masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan psikis. Salah satu tanggapan yang kamu rasakan jika masturbasi hanya ‘rasa bersalah’, itu juga tanggapan yang alami hingga lumrah.

  1. Masturbasi menghancurkan alat kelamin

Wanita dan pria akan sama alami kerusakan alat kelamin jika kerap masturbasi. Beberapa orang mempercayai itu, karena saat pria menggosok penisnya atau wanita yang masukkan vibrator ke vaginanya, dipandang makin lama dapat memunculkan cedera.

Namun, itu hanya mitos, begitu dikutip Psychology Today. Alat kelamin dibuat sebagai organ yang paling kuat hingga susah terluka. Walau demikian, sebaiknya kamu memakai pelumas supaya meminimalkan kerusakan alat kelamin saat masturbasi.

  1. Wanita akan ketagihan dengan vibrator

Umumnya, wanita menggunakan alat tolong seperti vibrator saat mereka masturbasi. Vibrator sendiri berperan untuk membuat getaran yang dapat memunculkan kepuasan untuk capai orgasme. Walau sebenarnya, banyak pria yang saat bercinta, justru memakai vibrator untuk pasangannya. Maka itu ialah mitos karena tidak ada yang keliru dengan masukkan sedikit getaran saat ngeseks.

  1. Masturbasi mengakibatkan kebotakan

Kemungkinan yang mengakibatkan ada mitos ini ialah karena masturbasi mengakibatkan testosteron pria bertambah. Ini membuat hormon dihidrotestosteron (DHT) bertambah yang mengakibatkan rambut rontok. Tetapi, ini sudah disangga.

Sebuah study pada tahun 1979 memperbandingkan dua barisan pria dengan rutinitas seksual normal dan mereka yang menghindar sex. Dalam test darah, tidak ada ketidaksamaan dalam kandungan testosteron dan DHT mereka.

Bahkan juga study pada tahun 2001 mendapati, pria yang tidak lakukan masturbasi sepanjang tiga minggu berkadar testosteron yang semakin tinggi.

Teori lain mengatakan, air mani memiliki kandungan protein. Saat kita melepas cairan ini, badan kehilangan gizi itu dan mengakibatkan kebotakan.

Meskipun memang air mani memiliki kandungan protein, tetapi itu tidak cukup buat menghancurkan badan sesudah seorang pria alami ejakulasi.

  1. Masturbasi Membuat Lutut Kopong

Tidak Betul. Ini adalah keyakinan masalah masturbasi yang umum dalam masyarakat. Realitanya keyakinan ini betul-betul salah. Masturbasi kadang dapat membuat Anda capek, tapi lutut merasa kopong berderit atau nyeri benar-benar tidak disebabkan karena masturbasi. Lutut kopong dan berderit muncul karena ada penimbunan gas di ruangan kosong di seputar persendian lutut yang membuat gelembung udara kecil di cairan sivonial (pelumas persendian).

  1. Masturbasi Membuat Kurus

Tidak betul. Berat tubuh dikuasai oleh kalori makanan dan rutinitas. Bila kalori yang masuk terlalu berlebih sementara rutinitas fisik kurang, karena itu seorang bisa menjadi gendut. Kebalikannya bila kalori yang masuk kurang sementara rutinitas berlebihan karena itu seorang bisa menjadi kurus. Sesimpel hanya itu. Dan tidak ada hubungan dengan masturbasi.

  1. Masturbasi Membuat Jerawatan

Tidak betul. Jerawat terjadi karena rutinitas kelenjar lemak yang terlalu berlebih, bakteri, factor turunan dan lain-lain. Tidak ada landasan ilmiah atau riset klinis tepat yang memberikan dukungan jika masturbasi memengaruhi timbulnya jerawat.

  1. Tinggi Tubuh Seorang

Ini adalah celetukan yang kerap dilemparkan oleh beberapa teman saat SMA Bung, seandainya orang yang tinggi antara seusia mereka jadi terdakwa yang kerap onani. Ini mitos yang tidak bisa dibetulkan Bung. Tidak ada sejarahnya atau bukti klinis jika tinggi seorang searah dengan biasanya orang masturbasi.

Karena perkembangan tinggi tubuh seorang terkait dengan genetika ke-2 orangtuanya sekalian factor gizi dan rangsangan rutinitas fisik yang bisa membantu menggerakkan perkembangan tinggi tubuh selama saat perkembangan, seperti olahraga. Tetapi pada umur 18-21 tahun, telah tertutup peluang untuk pria untuk berkembang semakin tinggi karena lurus perkembangan yang ada di tulang panjang telah tertutup.

  1. Masturbasi dapat mengakibatkan buta

Mitos yang ini cukup terkenal. Banyak yang yakin jika kerap lakukan masturbasi dapat berpengaruh pada kesehatan mata, yakni mengakibatkan kebutaan. Tidak itu saja, masturbasi dipandang dapat menghancurkan organ seksual atau menghalangi perkembangan seorang. Ini cukup tidak logis. Bagaimana dapat masturbasi yang terkait dengan wilayah individu selanjutnya terkait dengan mata. Kenyataannya, masturbasi tidak memberi dampak negatif dalam tubuh dan emosi, bila tidak dilaksanakan terlalu berlebih. Dan masturbasi benar-benar tidak dapat mengakibatkan kebutaan.

  1. Wanita tidak bermasturbasi

Nampaknya sebagian orang memikir jika cuman pria yang dapat lakukan masturbasi. Ini ialah mitos sekalian keyakinan yang konyol. Kenyataannya, walau kemungkinan wanita tidak mengaku, wanita bisa juga lakukan masturbasi. Tidak ada sesuatu hal yang membandingkan pria dan wanita dalam masalah ini. Ke-2 nya sama dapat lakukan masturbasi, tergantung pada kemauan mereka semasing. Riset bahkan juga ungkap jika wanita yang lakukan masturbasi mempunyai tingkat optimis semakin tinggi.

  1. Masturbasi membuat jalinan rumah tangga retak

Mitos yang paling akhir ialah masturbasi akibatkan jalinan rumah tangga retak. Khususnya beberapa dari mereka memandang pasangannya yang menyukai lakukan masturbasi penanda jika dia ialah tukang serong. Kenyataannya, masturbasi tidak ada hubungannya benar-benar dengan serong.

Karena, untuk sebagian besar orang, masturbasi hanya langkah untuk membahagiakan diri sekalian santai. Karena itu, janganlah sampai kalian berpisah karena hanya menyaksikan pasangan kamu masturbasi ya!

Nah, itu beberapa mitos yang tersebar sekitar masturbasi. Sesudah baca ini, mudah-mudahan kamu menjadi lebih arif ya, dalam memisah yang mana bukti dan yang mana mitos. Tetapi bukan bermakna kamu dapat lakukan masturbasi secara tidak termonitor ya, ingat jika ada imbas-dampak buruk kebanyakan masturbasi, bagus untuk fisik atau psikis, yang disebut bukti.