Daerah Intim

Menurunkan Berat Badan Dengan Berjalan Kaki

Memiliki tubuh yang bugar dan sehat itu sesungguhnya tidak sulit dan mahal, kok dimana dengan berjalan dapat menurunkan berat badan.

Faktanya, hanya dengan teratur berjalan kaki saja bisa memperoleh manfaat kesehatan.

Sayang, meskipun jalan kaki gampang dilaksanakan, tapi ada banyak orang yang malas gerak. Ini pasti beresiko tingkatkan berat tubuh alami kegemukan atau berlebihan.

Menurunkan Berat Badan cukup dengan Berjalan Kaki, lho

Berdasarkan penjelasan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017, kegemukan dan berat badan yang berlebih sudah berkembang jadi pandemi, dengan lebih dari 4 juta orang wafat karena kompleksitas yang ditimbulkannya.

Baca Juga: Jatuh Cinta Bukan Hanya Soal Perasaan

Angka kegemukan dan kegemukan semakin meningkat ke orang dewasa dan anak-anak. Dari tahun 1975-2016, kebiasaan beberapa anak dan remaja (5-19 tahun) yang memiliki berat tubuh berlebihan dan kegemukan bertambah lebih dari 4 % jadi 18 % secara global. Benar-benar mencemaskan, kan?

Peristiwa ini sesungguhnya benar-benar sayang karena kegemukan dapat dicegah. Diantaranya dengan teratur jalan kaki. Kecuali turunkan berat tubuh, Berjalan kami tidak hanya akan menurunkan berat badan namun bisa juga membantu memperkuat jantung, tingkatkan imun, mengangkat mood, turunkan kandungan gula darah, dan ada banyak lagi.

Khusus untuk kamu yang ingin turunkan berat tubuh, ada tips-nya supaya jalan kaki yang dilaksanakan dapat membakar kalori lebih maksimal. Yok, baca!

  1. Ubahlah posisi jalan kaki secara periodik

Mengganti posisi jalan kaki dapat membuat mood kamu menjadi lebih baik. Ini penting supaya kamu tidak berasa jemu dan jaga konsentrasi berjalan.

Merilis Woman’s Day, Denise Austin, seorang ahli kesehatan menjelaskan jika menukar posisi jalan kaki secara periodik dapat tingkatkan kepuasan berjalan. Coba untuk telusuri jalan yang masih belum pernah cicipi panoramanya dan dilewati. Tanpa berasa, perjalanan jauh jadi berasa menyenangkan.

Meskipun begitu, yakinkan jalur jalan kaki yang akan kamu lewati aman, ya!

  1. Tingkatkan kecepatan

Sama seperti dengan lari, renang, atau wujud olahraga aerobik yang lain, kecepatan akan hasilkan ketidaksamaan. Pembakaran kalori makin lebih optimal jika berjalan dilaksanakan dengan kecepatan tinggi.

Berdasar sebuah pantauan ilmiah dalam jurnal Medicine and Science in Sports and Exercise tahun 2013, orang yang tingkatkan kecepatannya saat lari akan membakar semakin banyak kalori. Study itu memperlihatkan bila barisan pelari mampu membakar kalori bisa lebih cepat daripada barisan orang berjalan kaki.

Walau demikian, bukan bermakna kamu perlu lari, kok. Kamu dapat terus jalan kaki, tetapi tambahkan kecepatannya atau jalan cepat untuk membakar kalori ekstra.

  1. Kenakan pemberat di badan

Menambah pemberat di badan bisa dibuktikan dapat membakar semakin banyak kalori. Ini karena badan membutuhkan semakin banyak energi saat kamu mengenakannya. Dengan pemberat, kamu makin lebih menggerakkan badan saat berjalan, hingga kalori yang terbakar akan semakin banyak pula.

Berdasar riset yang dipimpin oleh Jeremy McCormick, orang yang mempunyai berat tubuh berlebihan mampu membakar semakin banyak kalori. Riset yang dengan judul “The Metabolic Biaya of Slow Graded Treadmill Walking With a Weighted Vest in Untrained Females” itu mengaitkan, tiap pribadi yang berjalan dengan kecepatan 2,5 mil /jam (mph) di atas datar sekalian menggunakan rompi memiliki bobot 15 % dari berat tubuhnya, bisa dibuktikan semakin banyak membakar kalori sampai sejumlah 12 %, dibanding dengan simpatisan yang tidak memakai rompi.

Saat itu, buat mereka yang memakai rompi memiliki bobot 10 % dari berat tubuhnya dan berjalan kaki dengan kecepatan yang serupa dengan gradien 5-10 %, bisa dibuktikan membakar kalori rerata 13 % semakin banyak dibandingkan mereka yang tidak kenakan rompi.

Tetapi, meskipun tambahan beban dapat memberikan dukungan badan membakar tambahan kalori, tapi tidak boleh memakainya di pergelangan kaki atau tangan untuk menahan cidera.

Amannya tanyakan dahulu ke dokter jika ingin memakai rompi berbobot. Sama dengan olahraga yang baru kamu coba, diskusi ini penting untuk ketahui apa kamu awalnya punyai kisah cidera punggung atau leher, atau memeriksa jika punggung atau lehermu mampu meredam beban itu.

  1. Mengatur kecepatan jalan seperti jeda

Merilis Medical News Today, ini ialah langkah efisien untuk membakar kalori bisa lebih cepat saat berjalan. Untuk melakukan, pertama kali kamu harus jalan kaki sekurang-kurangnya 5-10 menit sebagai pemanasan.

Kemudian, terus tambahkan kecepatan semampumu sepanjang 10-15 detik saat sebelum balik ke kecepatan normal. Ulang proses itu, tapi untuk langkah pertama lakukan latihan jeda ini 5 menit per jalan kaki. Nanti jika sudah terlatih, kecepatan dan intervalnya dapat ditambah.

  1. Tantang diri kita

Langkah terbaik untuk turunkan berat tubuh ialah melawan diri kita dengan mengaplikasikan jeda atau masa berjalan bisa lebih cepat yang diselingi masa berjalan lebih lamban.

Riset sudah menunjukkan lakukan jalan kaki jeda bisa turunkan berat tubuh semakin banyak dibanding jalan kaki dengan kecepatan yang serupa sejauh waktu.

Penelitian yang menganalisa pasien diabetes type 2 mendapati jalan kaki jeda dengan masa jalan cepat sepanjang tiga menit. Kecepatan rerata berjalan tiga menit membantu tingkatkan kesehatan dan mengatur gula darah lebih baik.

Disamping itu, penelitian itu menunjukkan lemak perut dan lemak di semua badan peserta berkurang.

  1. Sesuaikan dengan kekuatan diri

Anda tidak harus mengawali berjalan kaki satu jam tiap hari untuk turunkan berat tubuh. Walau bagus untuk melakukan, tapi penting untuk melatih diri berjalan tiap hari.

Buat jadi itu sisi dari kegiatan rutin harian Anda suatu hal yang kita kerjakan tanpa pikirkannya bahkan juga bila kita cuman berjalan kaki sepanjang 10-15 menit pada sekian hari dalam seminggu.

Baiknya, Anda lakukan jalan kaki 2-3 jeda dengan bisa lebih cepat, dan cara lebih pendek dibarengi intensif tinggi tiap minggunya, yang diselingi dengan intensif moderat.

Anda bisa juga melakukan dengan hewan piaraan, sendirian, atau rekan. Kerjakan jalan kaki di mana saja kita dapat, tidak boleh sekedar hanya melakukan saat cuman ingin berolahraga.

Anda bisa juga melakukan modifikasi aktiivtas jalan kaki dengan naiki tangga supaya membakar kalori semakin banyak, sekalian latih otot glute dan kaki.

  1. Ikut acara tertentu

Menurut Stanten, salah satu perihal yang membuat orang terpacu untuk berjalan ialah mendaftarkan satu acara. Banyak moment perlombaan lari jarak pendek yang ramah untuk orang berjalan kaki.

“Banyak orang tidak paham Anda dapat berjalan saat mengikut lomba lari 1/2 maraton,” kata Stanten.

Sebagian orang dari background ras tertentu mempunyai kecepatan langkah kaki yang lebih baik. Maka seharusnya kita menghitung kecepatan cara kita sendiri.

  1. Upayakan untuk menambahkan jumlah langkah kaki sehari-harinya

Menurut sebuah study dalam jurnal Brazilian Journal of Physical Theraphy tahun 2016, disebut jika 10.000 cara ialah jumlah bagus untuk berjalan kaki tiap harinya. Jika dihitung secara jarak, itu sama dengan 5 mil (8 km).

Sepanjang 12 minggu, 35 [partisipan study dengan berat tubuh berlebihan disuruh untuk berjalan kaki sekitar 10.000 langkah. Hasilnya, 30 simpatisan mempunyai berat tubuh, index massa badan, lingkar pinggang, dan prosentase lemak badan yang secara berarti lebih rendah. Disamping itu, score kecemasan, amarah, stres, ketidaktahuan, kecapekan, dan tekanan mood lebih rendah secara signifikan.

Jika kamu baru memulai kegiatan rutin jalan kaki, tidak perlu harus 10.000 cara tiap harinya. Mulai sebisanya sampai terlatih, lalu perlahan-lahan lebih jarak tempuhnya.

Disamping itu, kamu dapat memadukan jalan kaki dengan turun naik tangga, parkirkan kendaraan di lokasi yang lebih jauh supaya bisa jalan kaki, jalan kaki ke beberapaya, dan warung.

Itu panduan jalan kaki yang dapat tolong bakar kalori untuk capai atau menjaga berat tubuh bagus, badan jadi sehat. Selamat mempraktikkan!

Jatuh Cinta Bukan Hanya Soal Perasaan

Jatuh cinta memang memberi berjuta rasa akan tetapi hal tersebut tentunya bukan hanya soal dari perasaan namun juga akan berefek pada kesehatan.

Hati berasa berbunga-bunga, muka berseri-seri cukup dengan mengingatnya, hidup juga berasa lebih cantik.

Jatuh Cinta Bukan Hanya Soal Perasaan, Tetapi Berefek juga pada Kesehatan

Kenyataannya, Cinta Bukan Hanya Perasaan yang bisa membuat kamu lebih berbahagia dan semangat, tapi banyak juga faedahnya pada kesehatan. Ingin tahu apa faedahnya itu? Silahkan baca rincian di bawah ini, ya.

  1. Perpanjang usia

Sebuah study yang diedarkan dalam Journal of Pandemiology and Community Health memperhatikan tingkat kematian di antara mereka yang menikah dan tinggal bersama pasangannya, dibanding dengan beberapa orang yang tinggal sendiri.

Baca Juga: Gangguan Mental Rentan Pada Ibu Hamil

Hasilnya, mereka yang mempunyai jalinan pernikahan yang kuat dan berbahagia, dijumpai hidup semakin lama dibandingkan mereka yang hidup sendiri. Tetapi, tingkat kematian memperlihatkan angka yang semakin tinggi ke orang dewasa yang masih belum pernah menikah benar-benar, dibandingkan orang dewasa yang pernah menikah tapi telah berpisah.

Jalinan pernikahan sebagai salah satunya langkah bagaimana seorang tersambung secara sosial. Dan hasil dari study ini dapat diambil kesimpulan jika ikatan sosial yang kuat bisa perpanjang usia. Kebalikannya, ikatan sosial yang jelek bisa tingkatkan resiko kematian sampai 2x lipat.

Merilis Living Healthier Together, hasil dari bermacam study sudah diambil kesimpulan jika beberapa orang yang jumlah dan kualitas jalinan sosialnya jelek, lebih beresiko tinggi pada bermacam penyakit dan kematian.

  1. Jaga jantung masih sehat

Tidaklah aneh jika cinta itu disimbolkan dengan gambar hati (jantung) karena rupanya jatuh cinta mempunyai manfaat pada kesehatan jantung. Merilis Living Healthier Together, orang yang menikah mempunyai resiko kematian karena penyakit jantung 1/2 kali lebih rendah dibandingkan wanita dan lelaki yang masih belum pernah menikah atau sudah berpisah.

Ahli menyebutkan jika ini kemungkinan dikarenakan oleh orang yang jatuh cinta atau dalam pernikahan yang abadi dan berbahagia akan alami kenaikan peranan mekanisme saraf otonom, yang pekerjaannya mengatur peranan tubuh seperti detak jantung.

Sebuah riset yang disampaikan dalam Annals of Behavioral Medicine mengikutsertakan 204 orang dewasa dengan status menikah dan 99 orang yang lain dengan status bujang. Mereka disuruh untuk memakai alat pengukuran penekanan darah portabel sepanjang 24 jam.

Hasilnya, orang dewasa yang ada dalam pernikahan yang berbahagia mempunyai penekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang sendiri. Lewat penilaian, beberapa periset menyaksikan jika mereka yang menikah, khususnya pasangan yang berbahagia, semakin banyak alami pengurangan penekanan darah saat tidur dibandingkan orang dewasa yang bujang.

Holt-Lunstad menerangkan, kedatangan pasangan bisa menggerakkan pola hidup yang lebih sehat, misalkan dengan ajak diri dan pasangannya untuk lakukan pengecekan kesehatan ke dokter, atau konsumsi makanan yang lebih sehat.

Disamping itu, jalinan pernikahan bisa juga jadi sumber suport emosional, baik di saat senang atau duka. Share berita baik misalkan, menurut Holt-Lunstad, bisa hasilkan hati positif, yang seterusnya akan tingkatkan peranan tubuh.

Hasil dari riset ini diketemukan bukti lain, yakni mereka yang menikah tetapi tidak berbahagia. Malah mempunyai penekanan darah semakin tinggi dibandingkan orang yang menikah dan berbahagia, dan orang dewasa bujang.

Dalam kata lain, cuman saat pernikahan diliputi cinta kasih dan bawa kebahagiaan untuk masing-masing faksi, baru pernikahan itu punya pengaruh positif pada kesehatan jantung.

  1. Kurangi merasa sakit

Keuntungan lain dari jatuh cinta sebagai pengontrol merasa sakit alami. Merilis WebMD, berdasar hasil study melalui penilaian pada functional magnetic resonance imaging (fMRI), dijumpai jika mempunyai pasangan periode panjang bisa menggerakkan semakin banyak aktivasi sisi otak yang bekerja mengatur merasa sakit.

Pusat Pengaturan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) lengkapi hasil penemuan di atas. Berdasar study yang mengikutsertakan lebih dari 127 ribu orang dewasa, diketemukan jika orang yang menikah condong lebih jarang-jarang menyalahkan rasa sakit di kepala dan sakit punggung.

Sebuah riset yang lain termuat dalam jurnal Psychological Science mengikutsertakan 16 orang wanita yang sudah menikah. Mereka selanjutnya diintimidasi akan dikasih surprise listrik. Yang memikat, ada ketidaksamaan tanggapan di antara wanita yang menggenggam tangan suaminya.

Dibandingkan wanita yang menggenggam tangan lelaki asing dan wanita yang tidak berpegangan tangan sama sekalipun.

Terjadi redaman aktivasi yang luas dalam mekanisme saraf yang memberikan dukungan tanggapan pada teror pada wanita yang menggenggam tangan suami mereka. Redaman aktivasi ini makin sedikit pada wanita yang menggenggam tangan lelaki asing.

Dalam kata lain, wanita yang menggenggam tangan suami mereka memperlihatkan tanggapan semakin sedikit di tempat otak yang terkait dengan stres. Makin berbahagia pernikahan mereka, karena itu dampaknya juga makin besar.

  1. Turunkan penekanan darah

Penekanan darah tinggi atau hipertensi ialah permasalahan kesehatan yang tingkatkan pribadi terserang penyakit serangan jantung, stroke, dan tidak berhasil ginjal.

Penyembuhan dan pengubahan pola hidup, seperti olahraga dan makan lebih sehat bisa mengatur atau kurangi hipertensi. Tidak itu saja, riset memperlihatkan jika jatuh cinta bisa berperan sebagai langkah alami untuk turunkan tingkat penekanan darah.

Sebuah study oleh US Department of Health Serviss yang memperhatikan jalinan di antara pernikahan, kesehatan fisik, dan usia panjang, mendapati jika pasangan yang menikah mempunyai penekanan darah yang lebih rendah dan resiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Dalam riset yang dilaksanakan oleh American College of Cardiology dengan memperhatikan 3,5 juta peserta bujang, berpisah, atau janda. Diketemukan jika pasangan yang menikah di bawah umur 50 tahun condong mempunyai resiko penyakit vaskular 12 % lebih rendah.

Orang yang telah menikah di antara umur 51 dan 60 tahun mempunyai resiko penyakit 7 % lebih rendah dibanding rekanan mereka yang masih belum menikah

  1. Percepat pengobatan cedera

Dalam sebuah riset yang diterbitkan di Archives of General Psychiatry, beberapa periset mendapati jika cedera dapat bisa lebih cepat pulihnya pada pasangan yang mempunyai jalinan yang konstan dan sama-sama menyukai. Sedang pada pasangan yang punyai jalinan jelek, cederanya perlu waktu semakin lama untuk pulih. Ini dapat dikarenakan oleh cytokine yang dibuat seorang saat bersedih atau kesepian. Jika seorang sedang jatuh cinta dan berbahagia, kandungan cytokine-nya lebih rendah hingga dapat percepat proses pemulihan atau kesembuhan cedera.

Beberapa periset dari Ohio State University Medical Center, AS, memberi cedera lepuh pada pasangan yang sudah menikah. Sesudah dilihat, cedera itu pulih 2x bisa lebih cepat pada pasangan yang sama-sama berhubungan dengan hangat, dibandingkan pasangan yang bermusuhan.

  1. Bagus untuk kesehatan paru-paru

Mempunyai pernikahan berbahagia bisa menolong membuat perlindungan dari resiko kompleksitas dan kematian karena pneumonia. Bila dibanding dengan wanita dan lelaki yang melajang, mereka yang menikah condong kurang memerlukan suport ventilator.

Mempunyai periode rawat inap yang lebih singkat, condong tidak usai di unit perawatan intens (ICU), dan mempunyai resiko kematian 13 % lebih rendah sepanjang dirawat karena pneumonia.

Study yang diedarkan dalam jurnal Clinical Pandemiology mengikutsertakan lebih dari 67 ribu pasien pneumonia. Hasilnya, pasien yang menikah mempunyai resiko yang lebih rendah untuk dirawat inap. Dibandingkan mereka yang tak pernah menikah, barusan berpisah, atau orang yang dengan status janda atau duda.

Beberapa periset yakini jika menikah bisa turunkan resiko infeksi kronis. Karena mempunyai pasangan yang bisa memberikan suport sosial dan menggerakkan untuk lakukan gaya hidup sehat.

Nach, itu macam manfaat jatuh cinta untuk kesehatan. Jatuh cinta memang punyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tetapi bukan bermakna asal-asalan jatuh cinta ya, tetapi jatuh cinta dalam jalinan yang bagus dan serasi.

Yok, mulai saat ini rajut jalinan yang bagus dan serasi dengan pasangan. Bila ada permasalahan yang kemungkinan mengusikmu dan pasangan, tidak boleh sangsi untuk selekasnya konsultasi ke psikiater atau psikolog ya.

Gangguan Mental Rentan Pada Ibu Hamil

Gangguan Mental Rentan Pada Ibu Hamil – Kesehatan ibu hamil sebagai kondisi wanita memiliki kandungan sehat secara emosional atau psikis.

Dimana hidupnya akan menjadi lebih berkualitas, hingga bayi dalam kandungannya tidak alami masalah.

Gangguan Mental Rentan Terjadi pada Ibu Hamil, Gimana Cara Mengatasinya?

Menurut riset yang dilaksanakan oleh Giebert, Moerland, Frattarelli, Onoye, Matsu (2007) kesehatan psikis saat memiliki kandungan bisa disaksikan dari 4 hal, yakni konsumsi rokok, konsumsi alkohol, dan ada peluang stres dan kekhawatiran.

Baca Juga: Depresi Pasca Melahirkan bisa Mencelakakan

Stres dan kekhawatiran mempunyai resiko paling tinggi sebab bisa mengakibatkan perlakuan aborsi dan bunuh diri pada ibu hamil.

Karena demikian keutamaan kesehatan psikis pada ibu hamil, yok, kita baca lima masalah gangguan mental rentan terhadap ibu hamil dan langkah menanganinya. Menurut Fajri, 2017 dalam Nurrizka, 2019 dari buku Kesehatan Ibu dan Anak dalam Usaha Kesehatan Warga: Ide dan Program.

  1. Stres

Stres pada ibu hamil sebagai masalah psikis yang umum terjadi pada trimester pertama dan ke-3 . Bila tidak ditangani secara baik, masalah ini bisa memacu timbulnya gejala masalah kesehatan psikis yang lain, seperti masalah kekhawatiran, masalah obsesif kompulsif (OCD), dan masalah makan.

Tingkat stres paling tinggi umumnya terjadi di umur kehamilan 8 bulan. Bila Bunda alami gejala berikut di bawah ini seharusnya selekasnya tanyakan dengan faksi klinis.

  • Merasa berduka terus-terusan
  • Sering berasa kuatir, kecewa, dan geram
  • Kurang tertarik pada rutinitas yang dicintai
  • Susah tidur atau tidur kebanyakan
  • Intensitas menangis bertambah tanpa argumen yang pasti
  • Nafsu makan menyusut mencolok atau justru naik secara berarti
  • Kelelahan yang terlalu berlebih
  • Tidak dapat konsentrasi
  • Tidak dapat membuat bonding dengan bayi dan asyik dengan pemikiran sendiri
  • Selalu berasa jelek
  • Terbersit pemikiran untuk bunuh diri
  • Ada kecondongan untuk sakiti diri kita

Bila Bunda rasakan satu dari gejala ini, selekasnya tanyakan sama dokter. Dengan ketahui pemicunya secara jelas, Bunda dapat selekasnya menangani stres secara cepat dan tepat.

Langkah pengatasan jika ibu hamil alami stres ialah adanya peran keluarga yang besar sekali, seperti memberikan perhatian dan kasih sayang, hingga ibu hamil berasa dicintai dan tidak berasa sendirian jalani kehamilannya.

Tetapi, bila stres di rasa lumayan berat, cepatlah konsultasi ke dokter kandungan dan/atau tenaga professional yang lain seperti psikiater atau psikolog.

  1. Gempuran cemas

Gempuran cemas terjadi saat rasa takut atau resah terlalu berlebih secara mendadak tampil pada ibu hamil. Ini bisa tampil dari rasa kuatir dan stres yang diikuti dengan bertambahnya hormon kortisol, yang bisa memengaruhi perubahan janin bila tidak diatasi secara baik.

Pengatasan masalah ini bisa dilaksanakan walau tanpa mengonsumsi beberapa obat, seperti lakukan terapi sikap kognitif dan suportif yang bisa mengganti sudut pandang ibu hamil, hingga bisa cari jalan keluar atas permasalahan yang terjadi secara berdikari. Juga bisa dengan mengaplikasikan tehnik rileksasi, implementasi sleep hygiene hingga terbentuk rutinitas tidur yang lebih sehat, dan penataan skema makan

  1. Masalah obsesif kompulsif (OCD)

Ini ialah masalah psikis yang membuat ibu hamil perlu berasa lakukan satu perlakuan berkali-kali, yang mana jika tidak dilaksanakan akan alami kekhawatiran atau ketakutan. OCD cukup susah dikontrol dan umumnya tampil di awal masa kehamilan.

Berdasar riset dengan judul “Cognitive Behavior Terapi (CBT) untuk Menangani Masalah Obsesif Kompulsif” dalam Jurnal Ilmiah Psikologi Aplikasi tahun 2013, therapy sikap kognitif (CBT) bisa dibuktikan efisien dalam kurangi gejala OCD, yang diperlihatkan dengan berkurangnya tingkat kekhawatiran, pertimbangan negatif, dan sikap kompulsif pada pasien.

  1. Masalah bipolar

Sebagai masalah psikis yang serang keadaan mental ibu hamil, hingga bisa mengakibatkan pengubahan pemikiran, situasi hati, dan sikap yang berlebihan. Permasalahan kesehatan psikis ini sebagai masalah yang serius, hingga dibutuhkan tata seperti mendalam bila terjadi pada ibu hamil.

Walau penting untuk dipahami jika ini ialah wujud masalah psikis yang tidak umum dan kemungkinan memiliki sifat genetik, gejala bipolar serupa dengan stres. Di bawah ini ialah gejala masalah bipolar:

  • Suasana hati yang paling berbahagia
  • Suasana hati yang gampang berbeda
  • Memiliki banyak energi dan bergerak dengan cemas
  • Berbicara dengan cepat sekali
  • Kurang tidur karena energi yang terlalu berlebih
  • Merasa begitu optimis dengan talenta, performa, dan kekuatan diri kita
  • Sengaja turut serta dalam rutinitas beresiko supaya berasa senang
  • Kadang terjadi kenaikan libido
  • Berperilaku ceroboh dan berbeda dari rutinitas setiap hari
  • Adanya kenaikan konsumsi alkohol dan narkoba
  • Dalam kasus berlebihan, seorang kemungkinan alami gejala psikotik bahkan juga kehilangan contact dengan realita

Berdasar laporan dengan judul “Tatalaksana Masalah Afektif Bipolar pada Ibu Hamil” dalam jurnal Cermin Dunia Kedokteran tahun 2019, beberapa penyembuhan yang aman untuk ibu hamil dengan masalah bipolar ialah lamotrigin sebagai stabilisator mood tingkat pertama sepanjang kehamilan, obat antipsikotik angkatan ke-2 seperti aripiprazol, olanzapin, quetiapin dan lain-lain, dan therapy kejut listrik atau therapy elektrokonvulsif (ECT).

  1. Masalah Makan

Tidak lepas, ibu hamil dapat alami kesehatan psikis berbentuk masalah makan. Wanita yang menanggung derita masalah makan selama saat remajanya, kerap kali merasakannya kembali saat hamil. Merilis dari KidsHealth, tipe masalah makan yang dirasakan seperti bulimia dan anoreksia nervosa.

Dalam kasus anoreksia, ada kecondongan untuk takut berat tubuh makin bertambah sepanjang kehamilan dan pada akhirnya batasi konsumsi makanan. Sedang, dalam kasus bulimia nervosa, ada skema makan yang dilaksanakan dengan terburu-buru lalu dimuntahkan secara menyengaja.

Efeknya ibu hamil tidak memperoleh gizi yang diperlukan. Semua kondisi jelek ini bisa mengakibatkan lahir mati atau keguguran.

Wanita dengan masalah makan semacam itu kerap kali beresiko semakin tinggi sepanjang kehamilan karena beberapa argumen berikut ini:

  • Saat kekurangan gizi, secara automatis badan akan mengubah gizi apa saja yang ada ke janin
  • Perempuan yang kerap memuntahkan makanan atau mempunyai gejala aktif bulimia nervosa beresiko semakin tinggi alami keguguran
  • Perempuan yang kerap batasi konsumsi makanan dan mempunyai gejala aktif anoreksia nervosa alami resiko bayi tercipta kecil sama ukuran kepala di bawah normal, kelahiran prematur, dan berat tubuh rendah
  • Lebih rawan pada anemia
  • Kekurangan gizi mengakibatkan pemulihan saat persalinan memerlukan waktu semakin lama

Bila pernah merasakan masalah makan, Bunda kemungkinan membutuhkan pengawasan extra untuk pastikan kesehatan bayi dan diri kita. Tanyakan dengan pakar nutrisi dan dokter untuk bikin bagan makanan yang tepat.

Bahas sama dokter atau bidan mengenai langkah terbaik untuk selalu sehat dan bugar sebelum dan setelah melahirkan. Ingat, larangan makan bisa berpengaruh serius pada ASI dan kesehatan bayi. Sesudah lahir, bila Bunda merasakan diri masih alami masalah makan, seharusnya selekasnya datangi dokter.

  1. Skizofrenia

Mencuplik dari situs HelloSehat, skizofrenia ialah masalah psikosis yang bisa bertambah atau turun di periode kehamilan. Ibu hamil yang alami masalah ini memerlukan pemantauan dan pengatasan dokter.

Sesungguhnya skizofrenia jarang ada sepanjang kehamilan. Tetapi, bila mempunyai kisah keluarga dengan masalah skizofrenia, hal bisa memacu masalah yang serupa pada ibu hamil.

Pasien masalah psikis ini umumnya alami dua tipe gejala, yaitu halusinasi dan delusi. Gejala yang paling terang dari skizofrenia ialah memaksakan orang untuk memikir jika mereka menyaksikan beberapa hal yang kemungkinan terlihat riil, tapi sesungguhnya tidak.

Selain itu, gejala yang lain kemungkinan terjadi ialah memaksakan seorang untuk percaya jika mereka sedang diakali atau dikontrol oleh kemampuan yang tidak terlihat. Adapun beberapa gejala lain dari masalah jiwa ini, yakni sebagai berikut ini:

  • Penarikan diri dari sosial karena paranoia
  • Kesulitan dalam ambil keputusan setiap hari
  • Perasaan yang tidak jelas
  • Kesulitan untuk mengendalikan pekerjaan simpel setiap hari
  • Berbicara secara tidak terang
  • Siklus tidur amburadul, seperti tidur pada siang hari dan selalu terlindungi pada malam hari

Pengatasan yang dianjurkan dengan memberi suport keluarga atau beberapa orang paling dekat, penyembuhan, dan pengatasan intens di dalam rumah sakit.

Itu enam permasalahan kesehatan psikis yang dapat dirasakan ibu hamil, dan langkah menanganinya yang bermacam, dimulai dari suport keluarga sampai tenaga medis professional. Oleh karena itu suport psikososial benar-benar dibutuhkan dalam mengatur keadaan emosional pada ibu yang memiliki kandungan.

Depresi Pasca Melahirkan bisa Mencelakakan

Depresi pasca melahirkan sebagai keadaan yang lumayan banyak dirasakan wanita sesudah melahirkan namun dapat mencelakakan ibu maupun bayi.

Diprediksi seputar 10-15% wanita alami keadaan ini. Meskipun begitu, beberapa wanita yang baru lewat persalinan tidak mengetahui jika dianya mengalami depresi.

Depresi Pasca Melahirkan bisa Mencelakakan Keadaan Ibu atau Bayi

Depresi pasca melahirkan atau postpartum depression umumnya terjadi pada 6 minggu awal sesudah melahirkan. Tipe depresi ini kerap dipandang sama dengan baby blues, walau sebenarnya ke-2 nya sebagai keadaan yang lain.

Baby blues biasanya bisa berkurang dalam perhitungan hari atau minggu, sedang depresi pascamelahirkan dapat berjalan sepanjang beberapa minggu sampai beberapa waktu sesudah melahirkan. Bila tidak diatasi secara baik, depresi pascamelahirkan bisa mencelakakan keadaan ibu atau bayi yang baru lahir

Bermacam Tanda-tanda Depresi Pascamelahirkan

Beberapa wanita yang sering meremehkan rasa sedih atau emosional pascamelahirkan karena cemas kelihatan tidak berbahagia sesudah jadi ibu. Walau sebenarnya, emosi atau hati negatif yang sering ada dan tidak juga lebih baik sesudah melahirkan bisa disebabkan karena depresi pascamelahirkan.

Di bawah ini ialah gejala-gejala derpesi pascamelahirkan yang pantas dicurigai:

  1. Moody

Pengubahan mood atau situasi hati yang berlebihan menjadi salah satunya tanda-tanda seorang menderita depresi postpartum. Misalkan saat keadaan awalnya seorang sedang biasa saja, lalu mendadak menangis tanpa argumen. Ini juga bisa dituruti dengan rasa sedih yang dalam sampai hati patah semangat yang tidak juga lenyap.

  1. Pengubahan selera makan

Tanda-tanda yang ini mempunyai dua keadaan. Pertama, tanda-tanda ini bisa diperlihatkan dengan bertambahnya selera makan seorang secara dratis dan condong tidak teratasi. Sedang keadaan yang ke-2 ialah sebaliknya, yakni turun atau lenyapnya selera makan dalam diri seorang.

  1. Kesusahan tidur atau tidur kelamaan

Seorang yang alami depresi postpartum umumnya alami kesusahan untuk tidur atau umum disebutkan dengan insomnia. Tetapi, pada keadaan lain, persoalan tidur itu dapat diperlihatkan pada seorang yang tidur kelamaan.

  1. Kerap berasa kecapekan dan tidak mempunyai banyak energi

Berasa capek sesudah melahirkan sesungguhnya ialah suatu hal yang normal karena beberapa hari mulai dipenuhi oleh aktivitas mengurusi sang kecil. Tetapi, kecapekan yang terjadi secara terus-terusan menjadi salah satunya tanda jika seorang menderita depresi postpartum. Ini berpengaruh pada minimnya energi dan motivasi untuk jalani hari.

  1. Tidak mempunyai ikatan dengan sang kecil

Hati berbahagia umumnya menyelimutinya seorang saat pada akhirnya berjumpa dengan si buah kesayangan sesudah menanti kehadirannya sepanjang 9 bulan. Tetapi, seorang yang alami depresi postpartum umumnya susah untuk mempunyai ikatan dengan si bayi. Bahkan juga, dapat berasa jika bayi itu bukan kepunyaannya.

  1. Kemauan untuk sakiti diri kita sampai akhiri hidup

Saat seorang berasa patah semangat dan kerepotan dengan beberapa hal yang terjadi dalam hidupnya, sering kemauan untuk sakiti diri kita ada dalam pikirannya. Lebih buruk kembali, pemikiran negatif ini dapat memacu seorang untuk akhiri hidupnya. Hal ini dapat terjadi pada seorang yang alami depresi postpartum.

Beberapa gejala ini dapat berkembang jadi serius sampai membuat penderitanya susah terkait sama orang lain, tidak bisa menjaga bayinya, dan malas melancong. Pada beberapa kasus, wanita yang alami depresi pascamelahirkan bahkan juga memikir untuk sakiti bayi mereka. Karena itu, mengenal tanda-tanda depresi pascamelahirkan bukan hanya penting untuk calon ibu, tapi juga untuk pasangannya, supaya keadaan ini bisa cepat teridentifikasi dan selekasnya diatasi.

Pemicu dan Factor Resiko Depresi Pascamelahirkan

Pemicu depresi pascamelahirkan belum tahu dengan cara tepat. Tetapi, keadaan ini diperhitungkan disebabkan karena kombinasi bermacam factor, salah satunya:

  • Pengubahan hormonal

Kandungan hormon estrogen dan progesteron pada tubuh akan turun mencolok pada wanita sesudah melahirkan. Pengurangan kandungan ke-2 hormon ini mengakibatkan wanita lebih peka, gampang alami pengubahan situasi hati, dan keadaan emosional jadi tidak konstan.

  • Permasalahan psikis

Sebagai seorang ibu, wanita tentu saja mempunyai tuntutan dan tanggung jawab baru untuk mengurusi dan menjaga bayi. Ini bisa memunculkan tekanan dan mengakibatkan depresi, terlebih bila kurang mendapatkan suport pasangan dan orang paling dekat saat melahirkan dan menjaga bayi.

Disamping itu, wanita yang awalnya pernah merasakan masalah psikis, seperti depresi, masalah bipolar, dan masalah kuatir, lebih beresiko terserang depresi pascamelahirkan.

  • Permasalahan sosial

Kecuali permasalahan psikis, permasalahan sosial bisa juga jadi factor pemicu berlangsungnya depresi pascamelahirkan. Alami peristiwa yang membuat depresi, seperti permasalahan keuangan, perselisihan dengan bagian keluarga, atau kematian orang paling dekat, bisa membuat wanita lebih rawan terserang depresi ini. Kecuali banyak hal di atas, ada faktor-faktor yang lain bisa tingkatkan resiko depresi pascamelahirkan, diantaranya:

  • Kesulitan untuk menyusui
  • Kondisi fisik kurang kuat pascamelahirkan
  • Kesulitan dalam mengurusi bayi
  • Bayi alami permasalahan kesehatan, misalkan tercipta prematur
  • Gangguan kesehatan pascamelahirkan, seperti nyeri sisa jahitan atau masalah buang air kecil
  • Melalui proses persalinan yang susah

Walau tidak menguasai, factor genetik diperhitungkan ikut berperanan dalam mengakibatkan depresi pascamelahirkan. Disamping itu, wanita yang mempunyai bagian keluarga dengan kisah depresi lebih beresiko alami depresi ini.

Langkah Tangani Depresi Pascamelahirkan

Depresi pascamelahirkan makin lebih gampang untuk sembuh bila teridentifikasi sejak awal kali dan selekasnya memperoleh pengatasan. Di bawah ini ialah beberapa perlakuan pengatasan pada keadaan depresi pascamelahirkan:

  1. Psikoterapi

Salah satunya cara pengatasan khusus pada keadaan depresi pascamelahirkan dengan konseling dan psikoterapi, seperti therapy sikap kognitif.

Lewat therapy itu, wanita yang alami depresi pascamelahirkan akan ditujukan untuk mendapati langkah dalam menangani permasalahan dan rasa sedih yang ada, dan hadapi keadaan dengan pertimbangan yang lebih positif.

  1. Pemberian beberapa obat

Dari sisi psikoterapi, dokter dapat memberi resep beberapa obat, seperti antidepresan, untuk menangani tanda-tanda depresi. Tetapi, pemakaian obat dalam menangani depresi ini harus dalam pemantauan dokter, karena efek yang diakibatkan bisa mengusik produksi ASI.

  1. Menceritakan ke orang paling dekat

Menceritakan ke pasangan, bagian keluarga, atau teman dekat berkenaan apa yang dirasa dapat menurunkan depresi dan membuat Anda berasa lebih lega.

Suport beberapa orang paling dekat menjadi factor yang paling membantu dalam hadapi depresi pascamelahirkan.

  1. Olahraga teratur

Kemungkinan Anda berasa malas olahraga karena telah lebih dulu berasa capek mengurusi bayi. Tetapi, olahraga dengan teratur bisa menangani depresi ringan dan membuat Anda berasa lebih bagus.

Anda dapat mengawalinya dengan lakukan olahraga ringan, seperti berjalan di seputar rumah, yoga, atau pilates. Tetapi, saat sebelum melakukan, bahas lebih dulu sama dokter untuk ketahui tipe olahraga yang pas seperti keadaan Anda.

Kecuali cara-cara di atas, Anda dapat menurunkan depresi dengan menyempatkan diri untuk diri kita. Kerjakan hal yang Anda gemari dan sedapat mungkin penuhi waktu istirahat. Disamping itu, upayakan juga untuk selalu penuhi keperluan gizi dengan jalankan skema makan sehat.

Langkah Mencegah Depresi Pasca Melahirkan Supaya Tidak Mencelakakan Kondisi Ibu Maupun Bayi

Langkah paling efisien untuk mencegah depresi pasca melahirkan yang bisa mencelakakan kondisi ibu dan bayi ialah mengaplikasikan pola hidup sehat. Disamping itu, ada cara-cara yang dapat dilaksanakan untuk turunkan resiko terserang depresi pascamelahirkan, salah satunya:

  • Menjaga diri dan coba kurangi depresi saat hamil
  • Menerima kontribusi dari pasangan atau beberapa orang paling dekat
  • Memberi tahu dokter secepat-cepatnya jika mempunyai kisah atau mengalami permasalahan psikis

Bila Anda terhitung orang yang beresiko tinggi terserang depresi pascamelahirkan, dokter bisa memberi resep obat antidepresan selekasnya sesudah Anda melahirkan untuk mencegah timbulnya tanda-tanda.

Harus diingat jika depresi pascamelahirkan bisa terjadi pada siapa dan bisa disebabkan karena bermacam hal yang kerap kali tidak diakui. Karena itu, tidak boleh salahkan diri Anda sendiri jika alami keadaan ini.

Disamping itu, tidak boleh sangsi untuk selekasnya konsultasi dengan psikolog jika Anda mulai rasakan tanda-tanda depresi pascamelahirkan. Psikolog akan membantu Anda dan memberi pengatasan yang pas untuk menangani keadaan ini.

Untuk mengetahui berbagai jenis informasi lainnya tentang kesehatan dapat berkunjung pada halaman situs https://daerahintim.com

  • 1
  • 2